Tampilkan postingan dengan label Pengembangan kebijakan sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan kebijakan sekolah. Tampilkan semua postingan

19 resep sukses menjadi fasilitator dalam pelatihan guru.

Senin, 16 Juni 2008

Banyak jalan menuju roma, banyak jalan juga menuju peningkatan kompetensi guru. Saat ini sudah mulai banyak lembaga pendidikan yang mulai merasa membutuhkan peningkatan kompetensi guru dengan gaya yang sama sekali baru. Terkadang pengelola sekolah bahkan guru yang dikirim untuk hadir pada acara seminar atau pelatihan guru pulang hanya dengan wacana-wacana yang jika diaplikasikan dikelas akan mengalami kendala. Entah karena wacana yang sama sekali baru, atau cara mendapatkan wacana di pelatihan yang tidak menarik dan membosankan.


Untuk itu selayaknya bentuk atau format pelatihan guru mulai sedikit demi sedikit dirubah dan dibuat menyenangkan. Bayangkan siswa kita pun akan lelah secara mental dan fisik bila selama sehari belajar hanya duduk dibelakang meja saja, duduk diam dan hanya mendengarkan sang pembicara.

Jadi apabila kita memposisikan diri sebagai siswa dalam sebuah pelatihan guru tentu inginnya pelatihan guru dibuat menarik, tidak membosankan dan saat yang sama memberikan inspirasi dan pencerahan. Malah bukannya tidak mungkin apabila benar-benar menginspirasi, keesokan harinya apa yang didapat dari pelatihan langsung diterapkan ke dalam pembelajaran sehari-hari dikelas.

Namun pelatihan guru yang menginspirasi bukannya terjadi tanpa usaha. Karena ada seorang individu yang sudah berjuang keras meramu agar suasana pelatihan menjadi menarik dan tidak membosankan. Orang tersebut adalah fasilitator atau trainer . Tidak diperlukan syarat khusus untuk menjadi fasilitator, tetapi yang paling utama orang tersebut harus konsisten dalam bersikap dan mau berbagi pengetahuan dan yang terpenting sabar dalam melihat orang lain berproses. Konsisten menerapkan sikap-sikap yang baik dalam bergaul di keseharian, dikarenakan seorang fasilitator pelatihan guru yang sukses tidak akan bersikap berbeda dalam kesehariannya dan saat memimpin sebuah pelatihan.Orang tersebut tetap bersikap mau mendengar dan punya rasa yang kuat dalam berusaha mengerti orang lain.

Untuk itu dibawah ini saya sajikan beberapa faktor yang menentukan bagaimana menjadi fasilitator pelatihan guru yang baik.
Fasilitator pelatihan guru itu sebaiknya;
  1. Menetapkan kesepakatan kelas pelatihan diawal sekali, soal penggunaan telepon genggam misalnya. Ini penting sekali , bayangkan apabila ditengah pelatihan semua orang sibuk menerima telepon atau pesan singkat
  2. Meneguhkan kesepakatan yang sudah diputuskan bersama-sama dengan peserta. Soal cara mengemukakan pendapat, cara menyanggah dan berdebat serta aturan lain yang berperan dalam mengatur alur komunikasi selama pelatihan.
  3. Menggunakan metode KWL untuk mengukur sejauh mana peserta pelatihan ingin tahu lebih banyak mengenai topik pelatihan dan apa saja yang sudah mereka dapatkan selema pelatihan.
  4. Membuat atmosfir yang membuat semua orang nyaman berbicara dan mengemukakan pendapat .
  5. Jangan takut menghadapi konflik selama pelatihan karena jangan-jangan ide masukan yang cemerlang datang saat terjadi perbedaan pendapat.
  6. Jangan menjadi individu yang dominan atau terlalu kritis karena saat melatih guru yang nota bene adalah orang dewasa, guru punya banyak ide bagus untuk diberikan pada peserta pelatihan lain. Dengan menjadi dominan anda akan membuat orang yang hadir merasa tidak dihargai pendapat dan pengalamannya dalam dunia pendidikan selama bertahun-tahun.
  7. Berpikir dengan cepat, mampu merubah suasana yang pasif menjadi aktif dan menyenangkan, mampu mengelola peserta yang suka mendominasi dengan cara menerapkan tehnik mendengar dan berperan sebagai katalis.
  8. Jangan berpikir menang kalah. Tugas seorang fasilitator bukannya untuk mengalahkan semua peserta pelatihan lewat argumentasi dan pengetahuannya yang selangit. Fasilitator yang baik malah menggunakan pengetahuan nya itu untuk menggiring peserta secara perlahan-lahan menuju tujuan pelatihan yang sudah ditentukan.
  9. Bisa berperan sebagai ‘katalis' yaitu seseorang yang pandai meramu campuran yang baik namun tanpa disadari bisa menyusupkan campuran khas miliknya. Jadi ketika semua orang yang hadir merasakan bahwa mereka difasilitasi dengan baik, saat yang sama semua orang yang hadir tidak menyadari bahwa ada ‘tangan' yang meramu ini semua.
  10. Menggunakan humor dengan cerdas dan tidak berlebih-lebihan. Humor yang baik digunakan untuk memecah kekakuan dan mencairkan suasana.
  11. Menghargai proses, menghormati perbedaan kemampuan semua orang yang hadir. Ini saya alami saat melatih guru menggunakan teknologi. Hal ini disebabkan tingkat kemampuan yang berbeda-beda terhadap teknologi.
  12. Pusatkan tenaga anda pada hasil pelatihan yang ingin dicapai, dengan demikian anda selalu fokus akan tujuan.
  13. Mau mendengar. Jangan sekali-kali berasumsi dan melakukan penghakiman.
  14. Minum yang cukup selama memimpin pelatihan. Hal ini untuk menjaga intonasi suara anda tetap jernih dan otak anda mendapatkan asupan air yang cukup.
  15. Harus jadi orang yang paling antusias disaat semua peserta pelatihan sudah mulai loyo dan tidak bersemangat. Jangan sekali-sekali terlihat frustasi.
  16. Menerima masukan peserta. Bahkan jika anda harus melakukannya saat itu juga.
  17. Bisa dijadikan teman ‘curhat'. Banyak guru yang khusus datang untuk hadir didalam pelatihan anda. Terkadang para guru tersebut bahagia sekali bila didengarkan dan dimengerti apa yang menjadi kendala mereka selama ini disekolah asal mereka.
  18. Mengajukan pertanyaan terbuka saat peserta memberikan pernyataan. Ini penting sekali dikarenakan dengan demikian mereka merasa ditanggapi dengan baik. Pertanyaan tersebuat adalah "bagaimana", "kapan", "siapa" atau "mengapa".
  19. Jangan takut bila tidak mempunyai jawaban atas pertanyaan peserta. Tugas anda memfasilitasi ‘proses' yang terjadi dan memunculkan semua potensi yang terbaik yang mungkin bisa dimunculkan dan memberikan ruang untuk pengambilan keputusan bersama-sama dengan seluruh peserta. Anda bukan menjadi orang yang serba bisa .Ingat semua peserta juga mempunyai tanggung jawab yang sama dengan fasilitator yaitu mensukseskan jalannya pelatihan.
Dengan demikian fasilitator yang baik mengerti kapan harus memimpin pelatihan, membiarkan terjadinya debat yang seru, bersikap netral atau bahkan menjadi provokator agar ide-ide yang cemerlang dari para peserta pelatihan muncul.

Jadilah fasilitator, dan nikmati saat ide-ide, solusi-solusi bermunculan sambil menggiring semua peserta menuju penyelesaian tujuan pelatihan yang anda tentukan.

Blog Advertising

Baca Selengkapnya……

Presentasi pelatihan pembelajaran berbasis proyek.

Selasa, 10 Juni 2008

Dibawah ini saya suguhkan kepada anda, hasil pelatihan yang saya berikan mengenai project based learning atau pembelajaran berbasis proyek. Saya hadirkan karya salah satu kelompok .

[slideshare id=455461&doc=mengenal-tokoh-sfti-adopt-teacher-kelompok-depok-1213005402729199-8&w=425]

Baca Selengkapnya……

Satu tahun ajaran lagi terlewati.

Senin, 09 Juni 2008

Tahun ajaran 2007 dan 2008 hampir lewat, silahkan memperhatikan 9 indikator dibawah ini untuk menjadikan kita guru yang lebih baik dari tahun ajaran kemarin.

Jika sebagai guru saya;
  • Masih menggunakan gaya dan isi pengajaran yang sama seperti yang saya gunakan diwaktu-waktu kemarin.
  • Saya tidak meminta umpan balik dari siswa mengenai cara mengajar saya
  • Saya tidak menganalisa dan menilai hasil pekerjaan siswa saya secara adil, berkala dan pantas.
  • Saya tidak berusaha mengunjungi kelas atau mengobservasi rekan guru lain
  • Saya tidak menjadikan karya anak didik saya sebagai bahan diskusi dengan rekan guru yang lain demi mendapatkan umpan balik, saran atau kritik.
  • Saya tidak mengunjungi sekolah lain, menghadiri pelatihan, seminar, atau membaca bahan bacaaan untuk meningkatkan wawasan cara mengajar saya.
  • Saya tidak mempersilahkan orang lain yang lebih berpengalaman untuk masuk dan melihat dan mengobservasi lalu memberikan umpan balik kepada saya mengenai cara saya mengajar.
  • Saya tidak mempunyai perencanaan pengembangan professional pribadi tahunan yang berfokus pada peningkatan cara belajar siswa.
  • Saya tidak mempunyai evaluasi penilaian cara mengajar saya yang sistematis dan disesuaikan dengan tujuan pribadi saya, kelas parallel saya dan ukuran yang ditetapkan dari sekolah.
Ini berarti kita belum layak menjadi guru yang lebih baik dari tahun ajaran kemarin. Namun jangan khawatir, beberapa dari faktor diatas merupakan tanggung jawab seluruh komunitas sekolah untuk membentuk sistemnya. Jadi di tahun ajaran depan silahkan ajukan hal diatas yang belum anda laksanakan kepada pihak pimpinan agar dibuat suatu sistem yang membuat kita sebagai guru selalu berupaya meningkatkan diri untuk menjadi guru yang lebih baik.

Baca Selengkapnya……

Bangga melihat antusiasme guru belajar teknologi (refleksi pelatihan TIK Adopt Teacher Sampoerna Foundation Teacher Institute)

Minggu, 01 Juni 2008


“Terimakasih atas pengetahuan yang sudah bapak berikan”. Itulah isi pesan yang masuk ke kotak surat saya siang menjelang sore tanggal 31 Mei 2008. Surat elektronik yang berisi pesan diatas masuk ke dalam kotak surat saya, dikirim oleh salah satu guru yang hadir pada pelatihan saya mengenai penggunaan Powerpoint, internet dan surat elektronik. Saya terkejut sekaligus senang para guru yang menjadi peserta pelatihan saat itu, langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dengan mengirimkan saya surat elektronik yang berisi ucapan terima kasih.

Tidak hanya satu bahkan lebih dari separuh peserta pelatihan mengirimkan saya surat pertama mereka dengan menggunakan internet. Mereka memang baru saja membuat alamat surat elektronik mereka dan senang sekali melihat para guru mengambil manfaat dari kemajuan teknologi.

Saya memang kembali melihat antusias para guru belajar hal baru dalam kehidupan mereka sebagai pendidik walaupun banyak dari mereka baru saja mengenal computer namun dengan memompa semangat mereka sebagai pembelajar saya berhasil membuat mereka antusias dan nyaman perasaannya saat belajar teknologi. Sebuah hal yang mungkin menjadi pegangan sehari-hari siswa kita dirumah.

Untuk anda para pembaca saya coba menuliskan jalannya pelatihan.

Sesi 1 (8.00-9.30)
Guru-guru peserta langsung masuk ke ruang pelatihan yang disediakan dan saya persilahkan untuk langsung menyalakan computer serta layar yang ada didepan mereka. Sambil saya siapkan diri saya berikan waktu untuk mereka bereksplorasi dengan computer. Saya memulai pelatihan dengan doa dan sebuah gambar yang provokatif. Gambar tersebut mencerminkan perbedaan jurang yang berbeda antara generasi sekarang dan generasi yang sekarang menjadi guru. Perbedaan tersebut adalah usia siswa kita lebih menyukai hal-hal yang bersifat multimedia dan menarik . Sementara usia orang yang sekarang menjadi guru lebih menyukai teks dan hal-hal lain yang menurut generasi sekarang agak membosankan.

Saya melakukan ice breaking dengan meminta mereka menyebutkan satu kata motivasi mereka untuk member semangat pelatihan hari itu. Kata-kata tersebut saya gunakan juga untuk memberi semangat saat mereka merasa susah dalam mempelajari teknologi.

Saya meminta mereka melakukan human graph, artinya saat saya menyebutkan satu kata mengenai teknologi saya minta guru yang menguasai keterampilan yang saya sebutkan untuk maju mendekat. Siapa yang mendekat paling dekat kepada saya, memberikan gambaran kepada saya siapa saja yang sudah lebih tahu dari yang lain mengenai jenis teknologi yang saya sebutkan.

Lewat kegiatan tersebut saya minta mereka membentuk kelompok, dan dikomandoi oleh guru yang pengetahuannya lebih dibanding yang lain. Dengan demikian saya menjadi punya asisten untuk membantu mengajar guru yang lainnya.

Sesi 2 (9.45 -12.30)

Kami mulai masuk kepada pengenalan dasar powerpoint, saya berterima kasih kepada para guru yang menjadi ketua kelompok. Dengan cepat dan sukarela mereka membantu saya mengajar anggota tim nya untuk mengerti materi yang saya berikan. Adapun materi yang saya berikan mengenai powerpoint dan cara mengambil informasi serta gambar dari internet.

Akhirnya mereka bergabung lagi dengan guru-guru yang asal daerahnya sama untuk mulai membuat presentasi Project Based Learning yang sudah mereka buat. Hal ini dikarenakan minggu depan (7 Mei 2008) mereka harus mempresentasikan makalah pembelajaran berbasis proyek yang mereka kerjakan bersama-sama.

Saat mereka sedang bekerja di computer secara rutin saya minta mereka melakukan interview dengan orang yang ada didekat mereka dengan pertanyaan dibawah ini;

P.1. Apa saja yang sudah anda lakukan dengan baik?
P.2.Jika ada kesempatan lagi hal apa yang anda bisa lakukan dengan berbeda?

Nuansa pelatihan saat itu sangat cair, artinya semua orang diberi kesempatan memberikan pengajaran pada orang lain. Nampaknya para guru yang hadir sudah akrab dengan pernyataan bahwa ‘siapa yang mengajarkan orang lain akan bertambahlah pengetahuannya’.

Sesi 3 (13.30 -15.00)
Para guru mulai belajar mengenai email. Sebelum mulai saya meminta mereka untuk melakukan permainan yang cukup seru dan menarik. Permainan ini adalah permainan semua orang duduk kecuali ada satu yang berdiri. Satu orang yang berdiri harus membuat semua orang yang duduk setuju dan mengiyakan pernyataan yang ia berikan. Jika setuju orang yang duduk harus berdiri dan mengganti tempat. Orang yang tidak kebagian tempat duduk akan mendapat giliran untuk memberikan pernyataan.

Setelah semua guru rileks dan senang saya mulai memberikan gambaran singkat mengenai manfaat dan bahaya yang bisa ditimbulkan dari internet. Namun saya meminta semua guru yang hadir untuk berfokus pada kegunaan internet yang sangat besar bagi pembelajaran. Dengan demikian mereka juga bisa melindungi siswa mereka dari dampak buruk yang ditimbulkan dari internet.

Pelatihan ditutup dengan peserta yang saya biarkan untuk saling mengirim surat elektronik dan malah beberapa dari mereka sudah bisa melakukan chat atau mengobrol lewat layanan gmail. Salah satu isi suratnya saya cantumkan diatas sebagai pembuka tulisan ini.

Ucapan terima kasih yang besar saya ucapkan kepada Sampoerna Foundation Teacher Institute yang melalui program adopt teacher telah berhasil membuat guru-guru peserta bertambah ilmu dan metode pembelajarannya. Kepada staf Sampoerna Foundation Teacher Institute Bpk Joko, Bpk. Robert dan Bpk. Firman yang telah membantu saya hingga terwujudnya pelatihan saya ucapkan banyak terima kasih.

Baca Selengkapnya……

7 ciri guru yang (mungkin) siswa sukai

Minggu, 25 Mei 2008

Pada beberapa tahun karir saya sebagai pengajar, sekolah tempat saya mengajar mendatangkan seorang ahli pendidikan yang bukan hanya ahli dalam jargon dan paradigma, tetapi juga seorang guru yang mengajar dikelas. Orang tersebut adalah Tony Ryan.

Baca Selengkapnya……

Interaksi pemasaran di sekolah

Selasa, 20 Mei 2008

Musim tahun ajaran baru segera tiba, banyak sekolah swasta yang sudah mulai berhitung berapa siswa yang berhasil dijaring dan menjadi warga baru di sekolah. Berbagai metode promosi untuk menarik siswa baru kembali masuk ‘kotak' untuk dievaluasi kembali. Mana yang efektif, mana yang terbukti harus di rubah.

Namun apabila anda berjalan-jalan di banyak tempat di Jakarta terutama di daerah yang dekat dengan kawasan pemukiman, maka suasana promosi sekolah masih terasa lewat tawaran di spanduk maupun event-event yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan. Kerja untuk mempromosikan sekolah memang sebuah pekerjaan yang menuntut konsentrasi yang tinggi, energi dan biaya yang tidak sedikit.

Tulisan ini bukan akan membahas metode apa yang paling cocok untuk diterapkan dalam mempromosikan sekolah. Namun lebih kepada upaya mengingatkan semua pihak sebagai penyelenggara sekolah bahwa ada hal yang sebenarnya bisa diterapkan dan terbukti bisa membantu memasarkan sebuah sekolah.

Hal yang saya maksud adalah ‘interaksi pemasaran'. Sebenarnya hal ini sangat mudah untuk dirasakan tetapi banyak pihak yang lupa untuk memperkuat dan memberi makna jenis interaksi ini. Padahal jika interaksi pemasaran menjadi ‘ruh' bagi semua warga yang ada di sekolah maka yang terjadi anggaran yang promosi yang minim pun menjadi tidak masalah.

Pengertian dari interaksi pemasaran di sekolah adalah semua kesempatan dimana terjadi interaksi atau hubungan antara sekolah melalui elemennya yaitu pimpinan, guru, administrasi, satpam dengan orang tua, pengunjung, siswa, pejabat diknas merupakan interaksi pemasaran. Karena dalam setiap kesempatan interaksi itu pihak yang merasa puas dan senang, akan meningkat kepercayaannya terhadap sekolah kita.

Kelas sebagai inti dari kegiatan sebuah sekolah serta guru sebagai aktor utama juga punya peranan yang kuat dalam tipe interaksi ini. Jika anda sebagai guru masih menyajikan hal-hal yang kurang menantang bagi siswa dikelas, jangan terkejut bila hal itu juga menjadi sebuah interaksi pemasaran yang kurang berhasil tentunya.

Inspirasi tulisan berasal dari sini.

Baca Selengkapnya……

Refleksi dari pelatihan pembelajaran berbasis proyek (project based learning)

Kamis, 15 Mei 2008



Sabtu tanggal 10 Mei 2008 adalah hari yang bersejarah buat saya. Di hari tersebut saya mendapat gambaran dari hal-hal yang saya pikirkan selama menulis dalam blog ini. Sebuah gambaran yang jelas menarik dan memberikan motivasi. Gambaran itu adalah betapa negara kita mempunyai guru-guru yang berdedikasi dan mempunyai semangat untuk selalu belajar dan meningkatkan diri.

Baca Selengkapnya……

Membekali siswa kita menghadapi masa depan dengan melakukan pembelajaran berbasis proyek

Jumat, 09 Mei 2008

Coba anda lihat definisi sebuah metode pembelajaran dibawah ini;

Proyek perseorangan atau grup, dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, menghasilkan sebuah produk atau sebuah aksi, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Saat pengerjaan kelas menggunakan berbagai macam bahan-bahan, dengan pendekatan belajar aktif atau berpusat pada siswa . Menggunakan: pendekatan kontruktivis, problem solving, inquiry, riset, pembelajaran terpadu, pengetahuan dan ketrampilan, evaluasi, refleksi, dan lain-lain

Baca Selengkapnya……

Bedah kurikulum dalam KTSP

Kamis, 08 Mei 2008

Kata banyak pendidik, sekarang ini jamannya KTSP. Sebuah singkatan yang pasti anda tahu artinya. Dengan segenap prasangka baik saya yakin KTSP dibuat untuk menolong guru, bukan malah mempersulit. Jika yang terjadi di lapangan banyak guru merasa kesulitan dalam menerapkan, mungkin yang harus ditambah adalah semangat guru untuk bereksplorasi dan mencari metode pembelajaran yang baru dan menantang sebagai pelengkap.


Baca Selengkapnya……

Ayo ajak siswa kita ke dunia nyata

Senin, 05 Mei 2008

Dalam mendidik pernahkah kita merasa mengajarkan dan diajarkan sesuatu yang berada di awang-awang. Coba ingat saat kita sekolah dahulu, peristiwa perang Dipenogoro yang sarat akan makna perjuangan kebebasan dan melawan kesewenang-wenangan direduksi menjadi hanya persoalan tentang tanggal dan tahun terjadinya. Dengan cepat kita bisa menghapal tahun terjadinya perang tersebut, tapi pernahkan guru kita mengajak kita menganalisa, menelaah alasan, memetakan konflik sampai mengapa perang itu bisa terjadi.

Baca Selengkapnya……

"Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya".

Minggu, 04 Mei 2008

Pernyataan diatas adalah jawaban yang paling sering kita dengar saat seorang guru ditanya mengapa melakukan kekerasan pada siswanya sendiri. Banyak sekali praktisi pendidikan percaya bahwa disiplin adalah jalan keluar dari semua masalah perilaku di sekolah dan dikelas. Padahal masalahnya bukan pada disiplin

Baca Selengkapnya……

Selamat Hari Pendidikan Nasional, satu blog mantap lagi saya temukan.

Sabtu, 03 Mei 2008



Sebelum saya mengenal blog, saya sering mondar mandir keluar masuk mailing list pendidikan yang ada di yahoogroups. Hal yang saya lakukan hanya membaca dan menikmati perdebatan dan ulasan teman-teman para praktisi pendidikan yang menyuarakan pendapat disitu.

Salah satu yang saya sering cermati adalah pendapat seorang Setiawan Agung Wibowo. Namun saya menunggu sampai beliau membuat blog, maklum banyak sekali sebenarnya hal yang beliau kuasai dan bersifat praktis maupun hal-hal yang membuka paradigma berpikir mereka yang berkarir di dalam dunia pendidikan.

Baca Selengkapnya……

Didalam institusi sekolah semua individu adalah pemimpin

Jumat, 04 April 2008

Dewasa ini makna kepemimpinan sering tertukar dengan makna kekuasaan atau malah dengan makna karisma. Padahal ketiganya merupakan hal yang berbeda walaupun saling berhubungan. Makna kepemimpinan lebih kepada membawa diri sendiri atau kelompok yang dipimpin menuju hal yang lebih baik. Usaha untuk mengeluarkan kompetensi yang terbaik dari setiap anggota kelompoknya juga dipandang sebagai usaha pemimpin yang baik. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya semata-mata menciptakan pengikut tetapi juga menciptakan pemimpin di semua lini.

Baca Selengkapnya……

6 indikator pengelolaan kelas yang berhasil

Rabu, 26 Maret 2008

Pembaca sekalian, tulisan ini dibuat menyambut respon dari Ibu Ayu yang menanyakan mengenai indikator pengelolaan kelas yang berhasil. Uniknya melalui upaya menjawab pertanyaan beliau saya malah mendapat hal-hal yang baru. Salah satu yang membuat saya terkejut adalah perihal memberikan siswa konsekuensi, yang ternyata sama dengan mengancam siswa. Semuanya saya dapat dari situs teachers.net. silahkan menikmati indikator-indikator berikut ini.

Baca Selengkapnya……

Merunut pembelajaran tematik dengan KTSP

Selasa, 25 Maret 2008

rencana-pembelajaran2.jpg

Baca Selengkapnya……

Menggunakan pernyataan “saya” ketika menyelesaikan permasalahan di sekolah

Senin, 24 Maret 2008

Dalam menyelenggarakan sebuah praktek pendidikan dalam sebuah institusi pendidikan terkadang banyak terjadi hal-hal yang merupakan "gesekan" diantara para pelaku dan penyelenggara. Gesekan yang dimaksud disini adalah hal-hal yang menjadi ganjalan atau perselisihan yang melibatkan dua pihak yang berselisih.

Baca Selengkapnya……

4 resep membuat atmosfir yang kondusif demi tercapainya kedisiplinan di sekolah

Minggu, 23 Maret 2008

disiplin-sekolah.jpg

Sebuah kelas dalam institusi sekolah adalah gambaran dari pengelola dan warganya. Pengelola kelas dalam hal ini adalah guru dan manajemen sekolah, sementara warganya adalah siswa yang ada di kelas tersebut. Banyak sekolah yang telah membatasi jumlah siswa yang terdapat di dalam satu kelas. Tidak hanya itu sekolah juga menambah jumlah guru yang ada di kelas menjadi dua orang. Semua kebijakan tersebut diupayakan agar guru dan siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar dan mengajar. Dengan komposisi tersebut sekolah dan guru berharap akan lebih mudah menerapkan disiplin. Padahal jumlah siswa dan kedisiplinan tidak saling berhubungan. Hal yang diperlukan dalam menumbuhkan kedisiplinan adalah suasana yang kondusif dan terjaga dengan baik secara terus menerus disetiap kelas sebagai komunitas inti dari sekolah.

Baca Selengkapnya……

Mari lakukan perubahan, ubah acara pengambilan rapor di sekolah anda dengan 'Student Led Conference'

Selasa, 18 Maret 2008

student-led-conference-di-sekolah.jpg

Sepanjang perjalanan saya sebagai pembelajar, masa-masa yang saya anggap sangat berat adalah saat ulangan, ujian dan pengambilan rapor. Serasa hari-hari tersebut menjadi ajang pembuktian diri untuk semua kerja keras yang sudah diupayakan. Saat tiba pengambilan rapor hati terasa harap-harap cemas menunggu vonis dari guru mengenai nilai serta ranking yang akan diberikan.

Baca Selengkapnya……

Dari forum dan workshop orang tua; Bagaimana membekali orang tua dalam mendampingi putra-putri di dunia maya

Kamis, 13 Maret 2008

presentasi-cyberbully.jpg

Pernah dengar istilah digital footprints? Adalah istilah yang merujuk pada jejak kita di dunia maya. Ada fenomena menarik didunia pendidikan dan dunia kerja yang mungkin sebentar lagi akan terjadi di Indonesia. Orang yang menerima lamaran kita akan mencari informasi dan mencari jejak mengenai calon pelamar lewat mesin pencari google. Dengan demikian hal-hal yang berkaitan dengan diri seseorang baik itu berupa foto, tulisan, komentar akan secara otomatis disajikan oleh mesin pencari google. Bayangkan apabila sebuah nama yang diketikan di google akan menghasilkan gambar atau tulisan yang tidak mendukung bagi proses seleksi yang sedang dijalani. Terlebih lagi akan sangat menyedihkan jika hal tersebut berlaku pada siswa kita dimasa depan.

Baca Selengkapnya……

"Keterampilan apa yang kamu butuhkan untuk bisa melalui pelajaran TIK di SMP dengan baik?"

Rabu, 12 Maret 2008

Membelajarkan siswa secara berkelanjutan di bidang TIK bukan hal yang mudah. Dibutuhkan keselarasan serta cara pandang yang sama oleh pendidik di bidang TIK mengenai apa yang perlu dan mungkin siswa pelajari. Dari tingkat Taman kanak-kanak ke sekolah dasar, begitu juga dari sekolah dasar ke sekoleh menengah. Perlu kesesuaian agar siswa merasa bahwa apa yang ia dapatkan di jenjang sebelumnya berguna dan berarti saat harus berhadapan dengan materi TIK yang baru dan lebih menantang.

Baca Selengkapnya……