Tampilkan postingan dengan label Manajemen kelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen kelas. Tampilkan semua postingan

Satu tahun ajaran lagi terlewati.

Senin, 09 Juni 2008

Tahun ajaran 2007 dan 2008 hampir lewat, silahkan memperhatikan 9 indikator dibawah ini untuk menjadikan kita guru yang lebih baik dari tahun ajaran kemarin.

Jika sebagai guru saya;
  • Masih menggunakan gaya dan isi pengajaran yang sama seperti yang saya gunakan diwaktu-waktu kemarin.
  • Saya tidak meminta umpan balik dari siswa mengenai cara mengajar saya
  • Saya tidak menganalisa dan menilai hasil pekerjaan siswa saya secara adil, berkala dan pantas.
  • Saya tidak berusaha mengunjungi kelas atau mengobservasi rekan guru lain
  • Saya tidak menjadikan karya anak didik saya sebagai bahan diskusi dengan rekan guru yang lain demi mendapatkan umpan balik, saran atau kritik.
  • Saya tidak mengunjungi sekolah lain, menghadiri pelatihan, seminar, atau membaca bahan bacaaan untuk meningkatkan wawasan cara mengajar saya.
  • Saya tidak mempersilahkan orang lain yang lebih berpengalaman untuk masuk dan melihat dan mengobservasi lalu memberikan umpan balik kepada saya mengenai cara saya mengajar.
  • Saya tidak mempunyai perencanaan pengembangan professional pribadi tahunan yang berfokus pada peningkatan cara belajar siswa.
  • Saya tidak mempunyai evaluasi penilaian cara mengajar saya yang sistematis dan disesuaikan dengan tujuan pribadi saya, kelas parallel saya dan ukuran yang ditetapkan dari sekolah.
Ini berarti kita belum layak menjadi guru yang lebih baik dari tahun ajaran kemarin. Namun jangan khawatir, beberapa dari faktor diatas merupakan tanggung jawab seluruh komunitas sekolah untuk membentuk sistemnya. Jadi di tahun ajaran depan silahkan ajukan hal diatas yang belum anda laksanakan kepada pihak pimpinan agar dibuat suatu sistem yang membuat kita sebagai guru selalu berupaya meningkatkan diri untuk menjadi guru yang lebih baik.

Baca Selengkapnya……

Bangga melihat antusiasme guru belajar teknologi (refleksi pelatihan TIK Adopt Teacher Sampoerna Foundation Teacher Institute)

Minggu, 01 Juni 2008


“Terimakasih atas pengetahuan yang sudah bapak berikan”. Itulah isi pesan yang masuk ke kotak surat saya siang menjelang sore tanggal 31 Mei 2008. Surat elektronik yang berisi pesan diatas masuk ke dalam kotak surat saya, dikirim oleh salah satu guru yang hadir pada pelatihan saya mengenai penggunaan Powerpoint, internet dan surat elektronik. Saya terkejut sekaligus senang para guru yang menjadi peserta pelatihan saat itu, langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dengan mengirimkan saya surat elektronik yang berisi ucapan terima kasih.

Tidak hanya satu bahkan lebih dari separuh peserta pelatihan mengirimkan saya surat pertama mereka dengan menggunakan internet. Mereka memang baru saja membuat alamat surat elektronik mereka dan senang sekali melihat para guru mengambil manfaat dari kemajuan teknologi.

Saya memang kembali melihat antusias para guru belajar hal baru dalam kehidupan mereka sebagai pendidik walaupun banyak dari mereka baru saja mengenal computer namun dengan memompa semangat mereka sebagai pembelajar saya berhasil membuat mereka antusias dan nyaman perasaannya saat belajar teknologi. Sebuah hal yang mungkin menjadi pegangan sehari-hari siswa kita dirumah.

Untuk anda para pembaca saya coba menuliskan jalannya pelatihan.

Sesi 1 (8.00-9.30)
Guru-guru peserta langsung masuk ke ruang pelatihan yang disediakan dan saya persilahkan untuk langsung menyalakan computer serta layar yang ada didepan mereka. Sambil saya siapkan diri saya berikan waktu untuk mereka bereksplorasi dengan computer. Saya memulai pelatihan dengan doa dan sebuah gambar yang provokatif. Gambar tersebut mencerminkan perbedaan jurang yang berbeda antara generasi sekarang dan generasi yang sekarang menjadi guru. Perbedaan tersebut adalah usia siswa kita lebih menyukai hal-hal yang bersifat multimedia dan menarik . Sementara usia orang yang sekarang menjadi guru lebih menyukai teks dan hal-hal lain yang menurut generasi sekarang agak membosankan.

Saya melakukan ice breaking dengan meminta mereka menyebutkan satu kata motivasi mereka untuk member semangat pelatihan hari itu. Kata-kata tersebut saya gunakan juga untuk memberi semangat saat mereka merasa susah dalam mempelajari teknologi.

Saya meminta mereka melakukan human graph, artinya saat saya menyebutkan satu kata mengenai teknologi saya minta guru yang menguasai keterampilan yang saya sebutkan untuk maju mendekat. Siapa yang mendekat paling dekat kepada saya, memberikan gambaran kepada saya siapa saja yang sudah lebih tahu dari yang lain mengenai jenis teknologi yang saya sebutkan.

Lewat kegiatan tersebut saya minta mereka membentuk kelompok, dan dikomandoi oleh guru yang pengetahuannya lebih dibanding yang lain. Dengan demikian saya menjadi punya asisten untuk membantu mengajar guru yang lainnya.

Sesi 2 (9.45 -12.30)

Kami mulai masuk kepada pengenalan dasar powerpoint, saya berterima kasih kepada para guru yang menjadi ketua kelompok. Dengan cepat dan sukarela mereka membantu saya mengajar anggota tim nya untuk mengerti materi yang saya berikan. Adapun materi yang saya berikan mengenai powerpoint dan cara mengambil informasi serta gambar dari internet.

Akhirnya mereka bergabung lagi dengan guru-guru yang asal daerahnya sama untuk mulai membuat presentasi Project Based Learning yang sudah mereka buat. Hal ini dikarenakan minggu depan (7 Mei 2008) mereka harus mempresentasikan makalah pembelajaran berbasis proyek yang mereka kerjakan bersama-sama.

Saat mereka sedang bekerja di computer secara rutin saya minta mereka melakukan interview dengan orang yang ada didekat mereka dengan pertanyaan dibawah ini;

P.1. Apa saja yang sudah anda lakukan dengan baik?
P.2.Jika ada kesempatan lagi hal apa yang anda bisa lakukan dengan berbeda?

Nuansa pelatihan saat itu sangat cair, artinya semua orang diberi kesempatan memberikan pengajaran pada orang lain. Nampaknya para guru yang hadir sudah akrab dengan pernyataan bahwa ‘siapa yang mengajarkan orang lain akan bertambahlah pengetahuannya’.

Sesi 3 (13.30 -15.00)
Para guru mulai belajar mengenai email. Sebelum mulai saya meminta mereka untuk melakukan permainan yang cukup seru dan menarik. Permainan ini adalah permainan semua orang duduk kecuali ada satu yang berdiri. Satu orang yang berdiri harus membuat semua orang yang duduk setuju dan mengiyakan pernyataan yang ia berikan. Jika setuju orang yang duduk harus berdiri dan mengganti tempat. Orang yang tidak kebagian tempat duduk akan mendapat giliran untuk memberikan pernyataan.

Setelah semua guru rileks dan senang saya mulai memberikan gambaran singkat mengenai manfaat dan bahaya yang bisa ditimbulkan dari internet. Namun saya meminta semua guru yang hadir untuk berfokus pada kegunaan internet yang sangat besar bagi pembelajaran. Dengan demikian mereka juga bisa melindungi siswa mereka dari dampak buruk yang ditimbulkan dari internet.

Pelatihan ditutup dengan peserta yang saya biarkan untuk saling mengirim surat elektronik dan malah beberapa dari mereka sudah bisa melakukan chat atau mengobrol lewat layanan gmail. Salah satu isi suratnya saya cantumkan diatas sebagai pembuka tulisan ini.

Ucapan terima kasih yang besar saya ucapkan kepada Sampoerna Foundation Teacher Institute yang melalui program adopt teacher telah berhasil membuat guru-guru peserta bertambah ilmu dan metode pembelajarannya. Kepada staf Sampoerna Foundation Teacher Institute Bpk Joko, Bpk. Robert dan Bpk. Firman yang telah membantu saya hingga terwujudnya pelatihan saya ucapkan banyak terima kasih.

Baca Selengkapnya……

7 ciri guru yang (mungkin) siswa sukai

Minggu, 25 Mei 2008

Pada beberapa tahun karir saya sebagai pengajar, sekolah tempat saya mengajar mendatangkan seorang ahli pendidikan yang bukan hanya ahli dalam jargon dan paradigma, tetapi juga seorang guru yang mengajar dikelas. Orang tersebut adalah Tony Ryan.

Baca Selengkapnya……

Refleksi dari pelatihan pembelajaran berbasis proyek (project based learning)

Kamis, 15 Mei 2008



Sabtu tanggal 10 Mei 2008 adalah hari yang bersejarah buat saya. Di hari tersebut saya mendapat gambaran dari hal-hal yang saya pikirkan selama menulis dalam blog ini. Sebuah gambaran yang jelas menarik dan memberikan motivasi. Gambaran itu adalah betapa negara kita mempunyai guru-guru yang berdedikasi dan mempunyai semangat untuk selalu belajar dan meningkatkan diri.

Baca Selengkapnya……

Membekali siswa kita menghadapi masa depan dengan melakukan pembelajaran berbasis proyek

Jumat, 09 Mei 2008

Coba anda lihat definisi sebuah metode pembelajaran dibawah ini;

Proyek perseorangan atau grup, dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, menghasilkan sebuah produk atau sebuah aksi, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Saat pengerjaan kelas menggunakan berbagai macam bahan-bahan, dengan pendekatan belajar aktif atau berpusat pada siswa . Menggunakan: pendekatan kontruktivis, problem solving, inquiry, riset, pembelajaran terpadu, pengetahuan dan ketrampilan, evaluasi, refleksi, dan lain-lain

Baca Selengkapnya……

Bedah kurikulum dalam KTSP

Kamis, 08 Mei 2008

Kata banyak pendidik, sekarang ini jamannya KTSP. Sebuah singkatan yang pasti anda tahu artinya. Dengan segenap prasangka baik saya yakin KTSP dibuat untuk menolong guru, bukan malah mempersulit. Jika yang terjadi di lapangan banyak guru merasa kesulitan dalam menerapkan, mungkin yang harus ditambah adalah semangat guru untuk bereksplorasi dan mencari metode pembelajaran yang baru dan menantang sebagai pelengkap.


Baca Selengkapnya……

Ayo ajak siswa kita ke dunia nyata

Senin, 05 Mei 2008

Dalam mendidik pernahkah kita merasa mengajarkan dan diajarkan sesuatu yang berada di awang-awang. Coba ingat saat kita sekolah dahulu, peristiwa perang Dipenogoro yang sarat akan makna perjuangan kebebasan dan melawan kesewenang-wenangan direduksi menjadi hanya persoalan tentang tanggal dan tahun terjadinya. Dengan cepat kita bisa menghapal tahun terjadinya perang tersebut, tapi pernahkan guru kita mengajak kita menganalisa, menelaah alasan, memetakan konflik sampai mengapa perang itu bisa terjadi.

Baca Selengkapnya……

"Saya hanya berusaha mendisiplinkan siswa saya".

Minggu, 04 Mei 2008

Pernyataan diatas adalah jawaban yang paling sering kita dengar saat seorang guru ditanya mengapa melakukan kekerasan pada siswanya sendiri. Banyak sekali praktisi pendidikan percaya bahwa disiplin adalah jalan keluar dari semua masalah perilaku di sekolah dan dikelas. Padahal masalahnya bukan pada disiplin

Baca Selengkapnya……

Selamat Hari Pendidikan Nasional, satu blog mantap lagi saya temukan.

Sabtu, 03 Mei 2008



Sebelum saya mengenal blog, saya sering mondar mandir keluar masuk mailing list pendidikan yang ada di yahoogroups. Hal yang saya lakukan hanya membaca dan menikmati perdebatan dan ulasan teman-teman para praktisi pendidikan yang menyuarakan pendapat disitu.

Salah satu yang saya sering cermati adalah pendapat seorang Setiawan Agung Wibowo. Namun saya menunggu sampai beliau membuat blog, maklum banyak sekali sebenarnya hal yang beliau kuasai dan bersifat praktis maupun hal-hal yang membuka paradigma berpikir mereka yang berkarir di dalam dunia pendidikan.

Baca Selengkapnya……

Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Sekolah Dasar (makalah Seminar The Power of ICT di Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta 15 April 2008)

Selasa, 15 April 2008

Dalam menelisik masalah peng integrasian atau penyatuan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi) di sekolah dasar kita harus melihat beberapa peran yang dijalankan oleh pihak-pihak yang berkompeten di sekolah. Pertama peran sekolah sebagai institusi yang melahirkan kebijakan, kedua guru kelas sebagai aktor utama di lapangan dan yang terakhir guru komputer sebagai orang yang mengajar mata pelajaran TIK.

Baca Selengkapnya……

6 indikator pengelolaan kelas yang berhasil

Rabu, 26 Maret 2008

Pembaca sekalian, tulisan ini dibuat menyambut respon dari Ibu Ayu yang menanyakan mengenai indikator pengelolaan kelas yang berhasil. Uniknya melalui upaya menjawab pertanyaan beliau saya malah mendapat hal-hal yang baru. Salah satu yang membuat saya terkejut adalah perihal memberikan siswa konsekuensi, yang ternyata sama dengan mengancam siswa. Semuanya saya dapat dari situs teachers.net. silahkan menikmati indikator-indikator berikut ini.

Baca Selengkapnya……

Merunut pembelajaran tematik dengan KTSP

Selasa, 25 Maret 2008

rencana-pembelajaran2.jpg

Baca Selengkapnya……

Menggunakan pernyataan “saya” ketika menyelesaikan permasalahan di sekolah

Senin, 24 Maret 2008

Dalam menyelenggarakan sebuah praktek pendidikan dalam sebuah institusi pendidikan terkadang banyak terjadi hal-hal yang merupakan "gesekan" diantara para pelaku dan penyelenggara. Gesekan yang dimaksud disini adalah hal-hal yang menjadi ganjalan atau perselisihan yang melibatkan dua pihak yang berselisih.

Baca Selengkapnya……

4 resep membuat atmosfir yang kondusif demi tercapainya kedisiplinan di sekolah

Minggu, 23 Maret 2008

disiplin-sekolah.jpg

Sebuah kelas dalam institusi sekolah adalah gambaran dari pengelola dan warganya. Pengelola kelas dalam hal ini adalah guru dan manajemen sekolah, sementara warganya adalah siswa yang ada di kelas tersebut. Banyak sekolah yang telah membatasi jumlah siswa yang terdapat di dalam satu kelas. Tidak hanya itu sekolah juga menambah jumlah guru yang ada di kelas menjadi dua orang. Semua kebijakan tersebut diupayakan agar guru dan siswa dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar dan mengajar. Dengan komposisi tersebut sekolah dan guru berharap akan lebih mudah menerapkan disiplin. Padahal jumlah siswa dan kedisiplinan tidak saling berhubungan. Hal yang diperlukan dalam menumbuhkan kedisiplinan adalah suasana yang kondusif dan terjaga dengan baik secara terus menerus disetiap kelas sebagai komunitas inti dari sekolah.

Baca Selengkapnya……

Mari lakukan perubahan, ubah acara pengambilan rapor di sekolah anda dengan 'Student Led Conference'

Selasa, 18 Maret 2008

student-led-conference-di-sekolah.jpg

Sepanjang perjalanan saya sebagai pembelajar, masa-masa yang saya anggap sangat berat adalah saat ulangan, ujian dan pengambilan rapor. Serasa hari-hari tersebut menjadi ajang pembuktian diri untuk semua kerja keras yang sudah diupayakan. Saat tiba pengambilan rapor hati terasa harap-harap cemas menunggu vonis dari guru mengenai nilai serta ranking yang akan diberikan.

Baca Selengkapnya……

"Keterampilan apa yang kamu butuhkan untuk bisa melalui pelajaran TIK di SMP dengan baik?"

Rabu, 12 Maret 2008

Membelajarkan siswa secara berkelanjutan di bidang TIK bukan hal yang mudah. Dibutuhkan keselarasan serta cara pandang yang sama oleh pendidik di bidang TIK mengenai apa yang perlu dan mungkin siswa pelajari. Dari tingkat Taman kanak-kanak ke sekolah dasar, begitu juga dari sekolah dasar ke sekoleh menengah. Perlu kesesuaian agar siswa merasa bahwa apa yang ia dapatkan di jenjang sebelumnya berguna dan berarti saat harus berhadapan dengan materi TIK yang baru dan lebih menantang.

Baca Selengkapnya……

Think, Pair and Share (Berfikir, Berpasangan, dan Berbagi Pengetahuan)

Selasa, 11 Maret 2008

think-pair-share.jpg

Dalam menjalankan sebuah rencana pembelajaran dikelas komputer (TIK) saya selalu menyukai kejutan-kejutan di luar rencana. Kejutan tersebut bisa berupa siswa yang ternyata sangat cepat dalam bekerja sehingga waktu menjadi cepat berlalu, sampai hanya satu sampai lima orang siswa yang ternyata bisa menguasai materi yang diberikan.

Baca Selengkapnya……

Komentar anak pada karya portfolio

Senin, 18 Februari 2008

Minggu ini saya sedang sibuk mempersiapkan karya portfolio siswa. Karya portfolio adalah sebuah pekerjaan anak yang dipilih oleh siswa dan dikirim ke rumah dalam bentuk karya asli dan utuh lengkap dengan refleksinya. Karya ini dikirim dalam jangka waktu tertentu selama satu tahun pembelajaran. Lembar portfolio penilaian guru juga dikirim kerumah untuk melengkapi penilaian terhadap karya pekerjaan siswa. Siahkan simak komentar Shanty (6 th) terhadap karyanya

Ceritanya lady bug nya ketangkep di jaring laba-laba. Terus lebahnya lagi terbang tapi ngga kena jaring laba-laba. Ulet bulunya lagi betelur di daun. Kupu-kupu kejebak dibawah tanah. Sama satunya kaya usus , cacingnya keliatan. Semutnya hidup di dalam tanah.



[slideshare id=269990&doc=komentar-siswa-untuk-portfolio-1203311628236842-3&w=425]

Baca Selengkapnya……

Komitmen saya setiap minggu

Rabu, 13 Februari 2008

jadwal-agus-jpg.jpg

Gambar yang anda lihat adalah jadwal saya setiap minggu. Mengajar 22 kelas dari Senin sampai Jumat. Dengan waktu yang bervariasi.

  • kelas TK A dengan durasi 30 menit

  • kelas TK B dengan durasi 60 menit

  • kelas 1 sampai 3 dengan durasi 60 menit

  • kelas 4 sampai 6 dengan durasi 45 menit


Saya cuma berharap keterampilan yang saya ajarkan berguna buat mereka dalam menghadapi abad 21 yang tidak gampang

Sementara itu subyek yang saya ajarkan antara lain

  • komputer dasar (penguasaan mouse dan keyboarding)

  • multimedia dan grafis

  • database dan spreadsheet

  • keamanan di internet serta etika

  • internet dan email

  • pengolah kata


b.

Baca Selengkapnya……

Tips mendisiplinkan siswa tanpa harus menghukum

Selasa, 12 Februari 2008

Institusi sekolah erat kaitannya dengan disiplin. Bahkan di jaman tahun 80 an sekolah-sekolah yang dianggap baik terkenal karena peraturan yang ketat dan disiplin yang tinggi. "Sekolah itu bagus karena disiplin nya kuat sekali, buktinya tiap ada anak yang melanggar peraturan dihukum dengan hukuman yang berat." Komentar para orang tua siswa di jaman itu. Demikian lah di jaman itu sekolah yang pandai menghukum siswa nya dengan hukuman berat malah diburu para calon orang tua siswa.

Baca Selengkapnya……